beberapa hari yang lalu saya mencoba setting mikrotik lagi di tempat kerja saya yang dahulu nah kebetulan ini adalah settingan yang pas untuk mikrotik dari sekian banyak tutorial yang gagal saya terapkan hehe selamat mencoba.
Sebelum memulai hal yang harus di ada atau perlu di ketahui adalah:
- Winbox (download di www.mikrotik.co.id)
- IP Publik (192.168.26.7)
- Gateway (192.168.26.254
- DNS Server (10.11.12.1)
- IP standar dari router mikrotik adalah : 192.168.88.1
- Login Name : admin password : Kosongkan saja
Jalankan Winbox
Tekan tombol kotak
Klik pada mikrotik yang akan di setting
Pada login name masukan “admin” dan kosongkan pada kolom password, klik
connectAkan muncul pemberintahuan bahwa Router OS sudah menpunyai konfigurasi standar, apakah akan kita pertahankan atau di hapus. Lebih baik Dihapus saja. Klik pada
Remove Configuration Selanjutnya pada klik menu
interface, didalam interface terdapat dua interface, ether1 yang kita asumsikan terhubung dengan internet/IP Publik dan wlan1 yang terhubung dengan jaringan lokal bertindak sebagai akses point. Untuk ether1 tidak perlu kita rubah setingannya dulu langsung klik pada
wlan kemudian aktifkan wlan1 dengan menklik tombol centang warna biru.
Klik dua kali pada wlan1, kemudian pada tab wireless rubahlah setingan menjadi
Mode : ap bridge
SSID : latihan (nama bebas, menyesuaikan)
Untuk band yang kita pakai pada akses point ini menggunakan sikyal dengan frequensi 5GHz-a, jika menggunakan type akses point yang lain rubah setingan band sesuai dengan frquensi siknyalnya.
Klik OK
Memberikan IP pada Interface dan Gateway serta DNS Server Klik pada New Terminal
Kemudian ketikan perintah untuk memberi IP addres pada ethe1
ip address add address=192.168.26.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether1Memasukan gateway untuk konek ke internet (diberikan oleh operator prnyrdia layanan internet)
ip route add gateway=192.168.26.254Memasukan DNS Server
ip dns set server=10.11.12.1 allow-remote-requests=yesjika menggunakan router OS versi 4,5 ke bawah gunakan command
ip dns set primary-dns=192.168.30.254 allow-remote-requests=yesMemasukan perintah routing
ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerademenambahkan juga IP Addres untuk wlan1
ip address add address=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0 interface=wlan1DHCP Server
IP Pool, yaitu range IP yang bisa digunakan oleh server DHCP anda. Untuk case ini PC akan diberikan ip dari 192.168.40.12 sampai 192.168.40.254, berarti ada 253 PC yang bisa dihandle server DHCP.
ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.40.2-192.168.40.254setting DHCP Server
ip dhcp-server add address-pool=dhcp_pool authoritative=after-2sec-delay bootp-support=static disabled=no interface=wlan1 lease-time=3d name=dhcp_server
server DHCP menggunakan address pool dgn nama “dhcp_pool” dan menggunakan “wlan1″ untuk interface yang digunakan mikrotik (interface tersebut yang terhubung dengan switch/hub jaringan lokal anda)
ip dhcp-server network add address=192.168.40.0/24 comment="" dns-server=192.168.40.1 gateway=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0
DHCP mikrotik menggunakan Network ID 192.168.40.0/24 Netmask 255.255.255.0 (/24) dengan pemberian gateway ke 192.168.40.1 dan DNS 192.168.40.1
Memberikan Password Pada Akses Point
Buat security Profile dulu dengan cara klik pada menu Wireless, pada wireless table masuk pada Security Profile, klik pada tombol Tambah (+)
Nama profile : Bebas
Authetication Type : cukup WPA PSK saja
WPA Pre Shared Key : Masukan password yang diinginkan
Kalau sudah klik
OKLangkah selanjutnya klik pada tab
interface, klik dua kali pada
wlan1Pada
interface wlan, masuk pada
tab wireless. Rubah
security Profile menjadi profile yang tadi sudah kita buat
Klik ok
Menambah UserUntuk menambah, menghapus atau mengedit user, klik pada menu
System kemudian pilih
UserPada menu User List klik pada tombol tambah (+), kemudian masukan nama user baru kemudian pilih group Full untuk memberikan hak akses
full pada nam login yang baru. Klikk pada menu password untuk memberikan password pada user.
sumber: http://lpmp.wordpress.com