#garisluar{border:solid 1px #000; overflow:auto; }nah sekian tutorial dari saya
Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Januari 2013
agar border css mengikuti ukuran secara otomatis
ketika kita membuat sebuah website yang berada di dalam div dengan border terkadang bordernya tidak mengikuti secara otomatis, nah untuk itu solusinya adalah menambahkan kode css overflow:auto pada div yang anda buat, contoh seperti ini
Selasa, 27 November 2012
backup otomatis database mysql di ubuntu
backup otomatis memang sudah menjadi sebuah sistem yang harus ada jika anda ingin mendirikan sebuah penyedia layanan data hosting ataupun penyimpanan data, jika sebelumnya saya membahas tentang backup file otomatis, kini saya akan membahas backup database mysql otomatis di ubuntu server 10.04 lts.
1. masuk ke root
sudo su
2. install packet nya
aptitude install automysqlbackup
3. edit scriptnya
nano /etc/default/automysqlbackup
4. scriptnya akan tampil seperti:
[...]
# Host name (or IP address) of MySQL server e.g localhost
DBHOST=localhost
[...]
# List of DBNAMES for Daily/Weekly Backup e.g. "DB1 DB2 DB3"
# The following is a quick hack that will find the names of the databases by
# reading the mysql folder content. Feel free to replace by something else.
#DBNAMES="db_ispconfig web1 web2 web3"
DBNAMES=`find /var/lib/mysql -mindepth 1 -maxdepth 1 -type d | cut -d'/' -f5 | grep -v ^mysql\$ | tr \\\r\\\n ,\ `
[...]
# Backup directory location e.g /backups
# Folders inside this one will be created (daily, weekly, etc.), and the
# subfolders will be database names.
BACKUPDIR="/var/lib/automysqlbackup"
[...]
# Email Address to send mail to? (user@domain.com)
MAILADDR="user@domain.com"
[...]nama database bisa anda ganti hingga lebih dari satu database
selain itu lokasi penyimpanan pun dapat anda ganti
5. jalankan sciptnya dengan perintah
automysqlbackup
oke sekian tutorialnya
Jumat, 23 November 2012
Cara Melihat Ukuran File dan Folder di Linux
oke berikut ini adalah juga dokumentasi pekerjaan saya, untuk melihat ukuran dan besar file dan folder pada sebuah sistem operasi linux yang masih menggunakan mode teks ataupun konsol adalah sebagai berikut perintahnya
Buka terminalcontoh: du -h /home/user/Desktop lalu enter
Kamis, 22 November 2012
Membuka Flashdisk di Ubuntu Server
Berikut ini adalah tutorial dan cara membuka flashdisk via ubuntu server
Apabila Flashdisk berjalan normal dan terdetect oleh kernel Ubuntu Server maka kita dapat mengeceknya dengan menggunakan perintah untuk membuat folder baru .
$ sudo mkdir /media/pen_drive
Kemudian berikan mount pada flashdisk ke folder
$sudo mount /dev/sdb1 -t auto /media/pen_drive
Catatan : sdb1 adalah nama drive , kita dapat melihatnya dengan perintah dmesg.
Akses folder
$cd /media/pen_drive
Untuk mencabut Flashdisk pada Ubuntu Server :
$sudo umount /media/pen_drive
sumber: http://www.whitecyber.com
Membuat Script Backup Otomatis Data di Server
Oke kali ini saya akan membuat tutorial atau mungkin lebih tepatnya dokumentasi hasil kerjaan saya, kali ini saya akan membuat tutorial tentang backup otomatis di web server saya menggunakan perintah cron dengan module webmin, jadi sebelum anda menerapkan script perintah yang akan saya berikan ini sebaiknya di server anda sudah terinstall webmin,
masuk ke webmin anda dengan cara https://domainanda.com:10000
setelah anda login pergi ke SYSTEM=>SCHEDULE CRON JOBS=>Create New Schedule Cron Jobs
lalu anda masukkan script seperti ini di command
yang berwarna hijau adalah folder yang akan dibackup
yang berwarna kuning adalah nama file berdasarkan waktu anda backup
masuk ke webmin anda dengan cara https://domainanda.com:10000
setelah anda login pergi ke SYSTEM=>SCHEDULE CRON JOBS=>Create New Schedule Cron Jobs
lalu anda masukkan script seperti ini di command
tar -cpzf /home/backup/dewakomputer-$(date +%d-%m-%Y_%H:%M:%S).tar.gz /var/www/vhosts/dewakomputer/net/akbaryang berwarna merah adalah folder tempat anda nantinya menempatkan file yang akan dibackup
yang berwarna hijau adalah folder yang akan dibackup
yang berwarna kuning adalah nama file berdasarkan waktu anda backup
Selasa, 14 Agustus 2012
Tutorial Setting Mikrotik Dengan DHCP
beberapa hari yang lalu saya mencoba setting mikrotik lagi di tempat kerja saya yang dahulu nah kebetulan ini adalah settingan yang pas untuk mikrotik dari sekian banyak tutorial yang gagal saya terapkan hehe selamat mencoba.
Sebelum memulai hal yang harus di ada atau perlu di ketahui adalah:
- Winbox (download di www.mikrotik.co.id)
- IP Publik (192.168.26.7)
- Gateway (192.168.26.254
- DNS Server (10.11.12.1)
- IP standar dari router mikrotik adalah : 192.168.88.1
- Login Name : admin password : Kosongkan saja
Jalankan Winbox
Tekan tombol kotak
Klik pada mikrotik yang akan di setting
Pada login name masukan “admin” dan kosongkan pada kolom password, klik connect
Akan muncul pemberintahuan bahwa Router OS sudah menpunyai konfigurasi standar, apakah akan kita pertahankan atau di hapus. Lebih baik Dihapus saja. Klik pada Remove Configuration
Selanjutnya pada klik menu interface, didalam interface terdapat dua interface, ether1 yang kita asumsikan terhubung dengan internet/IP Publik dan wlan1 yang terhubung dengan jaringan lokal bertindak sebagai akses point. Untuk ether1 tidak perlu kita rubah setingannya dulu langsung klik pada wlan kemudian aktifkan wlan1 dengan menklik tombol centang warna biru.
Klik dua kali pada wlan1, kemudian pada tab wireless rubahlah setingan menjadi
Mode : ap bridge
SSID : latihan (nama bebas, menyesuaikan)
Untuk band yang kita pakai pada akses point ini menggunakan sikyal dengan frequensi 5GHz-a, jika menggunakan type akses point yang lain rubah setingan band sesuai dengan frquensi siknyalnya.
Klik OK
Memberikan IP pada Interface dan Gateway serta DNS Server
Klik pada New Terminal
Kemudian ketikan perintah untuk memberi IP addres pada ethe1
ip address add address=192.168.26.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
Memasukan gateway untuk konek ke internet (diberikan oleh operator prnyrdia layanan internet)
ip route add gateway=192.168.26.254
Memasukan DNS Server
ip dns set server=10.11.12.1 allow-remote-requests=yes
jika menggunakan router OS versi 4,5 ke bawah gunakan command
ip dns set primary-dns=192.168.30.254 allow-remote-requests=yes
Memasukan perintah routing
ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
menambahkan juga IP Addres untuk wlan1
ip address add address=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0 interface=wlan1
DHCP Server
IP Pool, yaitu range IP yang bisa digunakan oleh server DHCP anda. Untuk case ini PC akan diberikan ip dari 192.168.40.12 sampai 192.168.40.254, berarti ada 253 PC yang bisa dihandle server DHCP.
ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.40.2-192.168.40.254
setting DHCP Server
ip dhcp-server add address-pool=dhcp_pool
authoritative=after-2sec-delay bootp-support=static
disabled=no interface=wlan1 lease-time=3d name=dhcp_server
server DHCP menggunakan address pool dgn nama “dhcp_pool” dan menggunakan “wlan1″ untuk interface yang digunakan mikrotik (interface tersebut yang terhubung dengan switch/hub jaringan lokal anda)
ip dhcp-server network
add address=192.168.40.0/24 comment="" dns-server=192.168.40.1
gateway=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0
DHCP mikrotik menggunakan Network ID 192.168.40.0/24 Netmask 255.255.255.0 (/24) dengan pemberian gateway ke 192.168.40.1 dan DNS 192.168.40.1
Memberikan Password Pada Akses Point
Buat security Profile dulu dengan cara klik pada menu Wireless, pada wireless table masuk pada Security Profile, klik pada tombol Tambah (+)
Nama profile : Bebas
Authetication Type : cukup WPA PSK saja
WPA Pre Shared Key : Masukan password yang diinginkan
Kalau sudah klik OK
Langkah selanjutnya klik pada tab interface, klik dua kali pada wlan1
Pada interface wlan, masuk pada tab wireless. Rubah security Profile menjadi profile yang tadi sudah kita buat
Klik ok
Menambah User
Untuk menambah, menghapus atau mengedit user, klik pada menu System kemudian pilih User
Pada menu User List klik pada tombol tambah (+), kemudian masukan nama user baru kemudian pilih group Full untuk memberikan hak akses full pada nam login yang baru. Klikk pada menu password untuk memberikan password pada user.
sumber: http://lpmp.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)








