SDFSDFSDF
Minggu, 25 November 2018
Minggu, 09 Oktober 2016
Analisa yang harus Dilakukan Sebelum Membangun Sebuah Server
Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak Server
Sebelum membangun sebuah server yang akan terhubung ke jaringan dengan target user yang sangat besar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar nantinya server akan mampu melayani semua komputer client yang akan terhubung ke jaringan.
Kebutuhan dalam kaitannya dengan pengembangan komputer server merupakan sebuah kondisi atau kemampuan yang diharapkan ada pada komputer server dan diinginkan oleh user. Komputer server merupakan sebuah komputer dengan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan komputer biasa yang didalamnya terinstal sistem operasi jaringan, yang sengaja dibangun untuk melayani berbagai komunikasi data dari komputer client. Komputer klien umumnya adalah komputer dengan sistem operasi klien baik desktop ataupun mobile.
Analisa kebutuhan server diperlukan untuk mengetahui server seperti apa yang akan dibangun nantinya. Penentuan kebutuhan akan sistem operasi jaringan dapat diketahui dengan memahami user yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang dipilih diharapkan merupakan sistem yang mampu menjalankan semua kebutuhan aplikasi yang diinginkan oleh user, termasuk didalamnya perangkat keras yang mendukung untuk menjalankan hal tersebut. Kecocokan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada dalam sistem komputer ini biasa dikenal dengan istilah kompatibilitas.
Baca Juga: Pengertian dan Macam-macam Sistem Operasi Jaringan
Identifikasi Kebutuhan Aplikasi
Sistem operasi yang akan digunakan untuk server harus sistem operasi yang kompatibel atau support dengan berbagai aplikasi yang ada didalamnya. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi berbagai kebutuhan aplikasi dari user. Jika akan digunakan dalam jaringan, identifikasi juga kompatibilitasnya dengan sistem operasi lainnya. Kompatibilitas ini dapat diketahui melalui tipe jaringan yang digunakan. Jaringan Linux mampu menghubungkan berbagai distro linux termasuk juga dari berbagai versi dari sistem operasi Windows dan Mac Os.
Baca Juga: Macam-macam Processor Komputer
Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk menentukan sistem operasi terbaik untuk perangkat server sesuai kebutuhan user.
Dokumentasi Spesifikasi Kebutuhan
Hasil dari semua analisa kebutuhan server baik kebutuhan dari pengguna (user) dan kebutuhan untuk aplikasi lainnya selanjutnya dibuatkan dokumentasi yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak server.
Review (Uji) Kebutuhan
Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan sinkronisasi akhir sebelum spesifikasi kebutuhan perangkat lunak benar-benar diterapkan pada server. Hal ini juga dimaksudkan untuk pengecekan terhadap kebutuhan sehingga hasilnya bisa membangun server sesuai dengan kebutuhan dari user.
Sebelum membangun sebuah server yang akan terhubung ke jaringan dengan target user yang sangat besar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar nantinya server akan mampu melayani semua komputer client yang akan terhubung ke jaringan.
Kebutuhan dalam kaitannya dengan pengembangan komputer server merupakan sebuah kondisi atau kemampuan yang diharapkan ada pada komputer server dan diinginkan oleh user. Komputer server merupakan sebuah komputer dengan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan komputer biasa yang didalamnya terinstal sistem operasi jaringan, yang sengaja dibangun untuk melayani berbagai komunikasi data dari komputer client. Komputer klien umumnya adalah komputer dengan sistem operasi klien baik desktop ataupun mobile.
Analisa kebutuhan server diperlukan untuk mengetahui server seperti apa yang akan dibangun nantinya. Penentuan kebutuhan akan sistem operasi jaringan dapat diketahui dengan memahami user yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang dipilih diharapkan merupakan sistem yang mampu menjalankan semua kebutuhan aplikasi yang diinginkan oleh user, termasuk didalamnya perangkat keras yang mendukung untuk menjalankan hal tersebut. Kecocokan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada dalam sistem komputer ini biasa dikenal dengan istilah kompatibilitas.
Baca Juga: Pengertian dan Macam-macam Sistem Operasi Jaringan
Identifikasi Kebutuhan Aplikasi
Sistem operasi yang akan digunakan untuk server harus sistem operasi yang kompatibel atau support dengan berbagai aplikasi yang ada didalamnya. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi berbagai kebutuhan aplikasi dari user. Jika akan digunakan dalam jaringan, identifikasi juga kompatibilitasnya dengan sistem operasi lainnya. Kompatibilitas ini dapat diketahui melalui tipe jaringan yang digunakan. Jaringan Linux mampu menghubungkan berbagai distro linux termasuk juga dari berbagai versi dari sistem operasi Windows dan Mac Os.
Baca Juga: Macam-macam Processor Komputer
Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk menentukan sistem operasi terbaik untuk perangkat server sesuai kebutuhan user.
- Apakah ada kebutuhan pengolahan data dengan aplikasi khusus? Bila ada maka penentuan sistem operasi dapat dilihat berdasarkan aplikasi khusus tersebut.
- Apakah aplikasi-aplikasi tersebut mendukung lingkungan multi-user atau user tunggal? Ini dapat menentukan apakah akan diinstall di komputer server atau client. Selain itu ini dapat digunakan untuk menentukan bagian mana dari pengolahan data nanti yang bisa disimpan di server.
- Apakah ada data (file) yang dibagi dalam jaringan? Jika ada, maka sebaiknya menggunakan sistem operasi jaringan yang mampu menjaga kompatibilitas format data-nya. Sebagai contoh, apabila dalam jaringan ada kegiatan berbagi dokumen teks seperti file berekstensi .doc, maka server dapat menyediakan aplikasi seperti LibreOffice atau WPS Office untuk dapat digunakan oleh user untuk membuka file tersebut termasuk juga menyediakan layanannya seperti server FTP.
Dokumentasi Spesifikasi Kebutuhan
Hasil dari semua analisa kebutuhan server baik kebutuhan dari pengguna (user) dan kebutuhan untuk aplikasi lainnya selanjutnya dibuatkan dokumentasi yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak server.
Review (Uji) Kebutuhan
Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan sinkronisasi akhir sebelum spesifikasi kebutuhan perangkat lunak benar-benar diterapkan pada server. Hal ini juga dimaksudkan untuk pengecekan terhadap kebutuhan sehingga hasilnya bisa membangun server sesuai dengan kebutuhan dari user.
Pengertian Sistem Operasi Closed Source beserta Contohnya
Pengertian Sistem Operasi Closed Source
Sistem Operasi Closed Source adalah sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, kelompok atau perusahaan tertentu dan sistem operasi ini tidak membuka secara umum kode programnya. Biasanya sistem operasi akan memerikan license kepada orang lain untuk dapat menjalankan program tersebut.
Baca Juga: Pengertian dan Macam-macam Sistem Operasi Open Source
Keuntungan Menggunakan Sistem Operasi Closed Source
Kekurangan Menggunakan Sistem Operasi Closed Source
Contoh Sistem Operasi Closed Source
Umumnya perusahaan paling besar yang menjadi pengembang dari sistem operas berbasis Closed SOurce yaitu Microsoft dan Apple.
Microsoft Windows
Merupakan sistem operasi desktop proprietari yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan pendirinya Bill Gates. Versi pertama sistem operasi ini adalah Windows 1.01 dirilis pada tahun 1985. Semua sistem operasi yang dirilis oleh microsoft adalah berbasasis closed souce seperti: Windows XP, Windows 7, Windows Vista, Windows 8 dan Windows 10
Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Windows
Apple Mac Os
Apple Mac Os sama dengan Microsoft Windows merupakan sistem operasi proprietari yang dikembangkan oleh Apple. Sistem ini didesin sebagai sistem operasi yang ramah terhadap pengguna (user-friendly). Versi terkini dari sistem ini merupakan pengembangan dari sistem operasi UNIX. Mac OS sendiri dikhususkan untuk perangkat dengan merk Apple. (Baca Juga: Sistem Operasi Mac OS - Apple Operating System)
Sistem Operasi Closed Source adalah sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, kelompok atau perusahaan tertentu dan sistem operasi ini tidak membuka secara umum kode programnya. Biasanya sistem operasi akan memerikan license kepada orang lain untuk dapat menjalankan program tersebut.
Baca Juga: Pengertian dan Macam-macam Sistem Operasi Open Source
Keuntungan Menggunakan Sistem Operasi Closed Source
- Sistem lebih stabil karena ada pertanggung jawaban dari perusahaan yang mengembangkan sistem operasi tersebut
- Suport langsung dari pemilik program atau perusahaan pengembag
- Lebih mudah untuk digunakan dan antarmuka juga lebih menarik.
Kekurangan Menggunakan Sistem Operasi Closed Source
- Mengharuskan user untuk membayar dengan jumlah tertentu untuk mendapatkan licensi
- Keamanan sistem tidak lebih baik dibandingkan sistem open source
- Pengembangan terbatas oleh perusahaan tertentu
Contoh Sistem Operasi Closed Source
Umumnya perusahaan paling besar yang menjadi pengembang dari sistem operas berbasis Closed SOurce yaitu Microsoft dan Apple.
Microsoft Windows
Merupakan sistem operasi desktop proprietari yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan pendirinya Bill Gates. Versi pertama sistem operasi ini adalah Windows 1.01 dirilis pada tahun 1985. Semua sistem operasi yang dirilis oleh microsoft adalah berbasasis closed souce seperti: Windows XP, Windows 7, Windows Vista, Windows 8 dan Windows 10
Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Windows
Apple Mac Os
Apple Mac Os sama dengan Microsoft Windows merupakan sistem operasi proprietari yang dikembangkan oleh Apple. Sistem ini didesin sebagai sistem operasi yang ramah terhadap pengguna (user-friendly). Versi terkini dari sistem ini merupakan pengembangan dari sistem operasi UNIX. Mac OS sendiri dikhususkan untuk perangkat dengan merk Apple. (Baca Juga: Sistem Operasi Mac OS - Apple Operating System)
Jumat, 07 Oktober 2016
Pengertian dan Macam-macam Sistem Operasi Open Source
Pengertian Sistem Operasi Open Source
Sistem operasi merupakan perangkat lunak sebagai penghubung antara user (pengguna) dengan perangkat keras komputer(hardware). Sistem operasi akan mengelola setiap sumber daya yang terdapat pada sistem komputer, baik itu perangkat keras, peripheral, perangkat lunak aplikasi dan perangkat tambahan lain yang terhubung dengan sistem komputer.
Sistem operasi open source atau terbuka adalah sebuah sistem operasi dimana seseorang diijinkan untuk membuka kode program untuk dapat dikembangkan, dipelajari dan dimodifikasi. Kata Open berati terbuka dan Source yang berarti sumber, artinya kode program yang ada pada sistem operasi boleh dibuka dan dipelajari, dimodifikasi atau bahkan dikembangkan.
Macam - macam Sistem Operasi Open Source
Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan istilah distro linux.
Contoh Sistem Operasi Open Source
1. UNIX
UNIX adalah merupakan awal dari sistem operasi LINUX, UNIX diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA). Unix sudah jarang sekali dipakai pada saat ini, akan tetapi untuk mengenal lebih jauh tentang UNIX.
Baca Juga : Kelebihan dan Kelemahan UNIX
2. BSD (Berkeley Software Distribution)
Sistem Operasi BSD atau Berkeley Software Distribution adalah sistem operasi yang hampir mirip dengan UNIX akan tetapi Free BSD bukan turunan dari UNIX. Sistem Operasi juga juga lebih dikenal dengan Free BSD yaitu sistem operasi ini dikembangkan oleh Berkeley Software Distribution. Sistem operasi ini juga banyak yang menyukainya karena gratis dan open source akan tetapi tidak sepopuler Linux.
Baca Juga: Sistem Operasi Free BSD
3. GNU Linux
Linux adalah Sistem operasi yang ditemukan oleh Linuz Torval. Sistem operasi ini diturunkan dari UNIX dan terus dikembangkan sampai sekaran. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang jarang dipakai di Indonesia, karena kebanyakan orang Indonesia lebih suka menggunakan sistem operasi windows. Sebenarnya linux tak sesulit yang diperkirakan karena kita hanya perlu sedikit belajar dan membiasakan untuk menggunakan Linux. Sistem Operasi linux mengalami perkembangan yang sangat pesat karena sifatnya yang open source.
Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Linux
Macam-macam Distro Linux
4. Sun Solaris
Sun Solaris merupakan salah satu sistem operasi yang diturunkan dari UNIX dan terkenal didunia. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Sun MicroSystem. Sistem Operasi ini memiliki kelebihan yaitu: Free Redistribution sehingga setiap orang bisa membeli atau memberikan kepada orang lain
Derived Work, user bisa mengubah kode yang ada pada Sun Solaris dan mendistribusikan ulang untuk umum. (Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Sun Solaris).
Sebenarnya tidak hanya sistem opeasi saja yang bersifat open source. Akan tetapi beberapa aplikasi tertentu juga bersifat open source tetapi kita tidak mengetahuinya. Untuk lebih lengkap tentang Open Source baca juga artikel tentang: Pengertian Open Source Beserta Kelebihan dan Kelemahannya.
Semoga bisa bermanfaat.
Sistem operasi merupakan perangkat lunak sebagai penghubung antara user (pengguna) dengan perangkat keras komputer(hardware). Sistem operasi akan mengelola setiap sumber daya yang terdapat pada sistem komputer, baik itu perangkat keras, peripheral, perangkat lunak aplikasi dan perangkat tambahan lain yang terhubung dengan sistem komputer.
Sistem operasi open source atau terbuka adalah sebuah sistem operasi dimana seseorang diijinkan untuk membuka kode program untuk dapat dikembangkan, dipelajari dan dimodifikasi. Kata Open berati terbuka dan Source yang berarti sumber, artinya kode program yang ada pada sistem operasi boleh dibuka dan dipelajari, dimodifikasi atau bahkan dikembangkan.
Macam - macam Sistem Operasi Open Source
Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan istilah distro linux.
Contoh Sistem Operasi Open Source
1. UNIX
UNIX adalah merupakan awal dari sistem operasi LINUX, UNIX diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA). Unix sudah jarang sekali dipakai pada saat ini, akan tetapi untuk mengenal lebih jauh tentang UNIX.
Baca Juga : Kelebihan dan Kelemahan UNIX
2. BSD (Berkeley Software Distribution)
Sistem Operasi BSD atau Berkeley Software Distribution adalah sistem operasi yang hampir mirip dengan UNIX akan tetapi Free BSD bukan turunan dari UNIX. Sistem Operasi juga juga lebih dikenal dengan Free BSD yaitu sistem operasi ini dikembangkan oleh Berkeley Software Distribution. Sistem operasi ini juga banyak yang menyukainya karena gratis dan open source akan tetapi tidak sepopuler Linux.
Baca Juga: Sistem Operasi Free BSD
3. GNU Linux
Linux adalah Sistem operasi yang ditemukan oleh Linuz Torval. Sistem operasi ini diturunkan dari UNIX dan terus dikembangkan sampai sekaran. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang jarang dipakai di Indonesia, karena kebanyakan orang Indonesia lebih suka menggunakan sistem operasi windows. Sebenarnya linux tak sesulit yang diperkirakan karena kita hanya perlu sedikit belajar dan membiasakan untuk menggunakan Linux. Sistem Operasi linux mengalami perkembangan yang sangat pesat karena sifatnya yang open source.
Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Linux
Macam-macam Distro Linux
- RedHat, merupakan sistem operasi yang cara instalasi dan pengoperasiannya sangat mudah.
- Debian, merupakan sistem operasi yang paling stabil dan handal, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya.
- Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
- SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
- Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
- WinLinux, merupakan distro linux yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows.
4. Sun Solaris
Sun Solaris merupakan salah satu sistem operasi yang diturunkan dari UNIX dan terkenal didunia. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Sun MicroSystem. Sistem Operasi ini memiliki kelebihan yaitu: Free Redistribution sehingga setiap orang bisa membeli atau memberikan kepada orang lain
Derived Work, user bisa mengubah kode yang ada pada Sun Solaris dan mendistribusikan ulang untuk umum. (Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Sun Solaris).
Sebenarnya tidak hanya sistem opeasi saja yang bersifat open source. Akan tetapi beberapa aplikasi tertentu juga bersifat open source tetapi kita tidak mengetahuinya. Untuk lebih lengkap tentang Open Source baca juga artikel tentang: Pengertian Open Source Beserta Kelebihan dan Kelemahannya.
Semoga bisa bermanfaat.
Pengertian dan Macam-Macam Sistem Operasi Jaringan
Pengertian Sistem Operasi Komputer
Sistem operasi merupakan sebuah perangkat lunak atau program yang mengendalikan sebuah fungsi yang ada pada komputer baik itu perangkat lunak aplikasi, pengelolaan terhadap file dan berkas, pengendalian terhadap perangkat keras dan peripheral komputer.
Pada dasarnya sistem operasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu sistem operasi Desktop (Baca Juga: Macam-macam Sistem Operasi Desktop) dan sistem operasi jaringan. Meskipun sama-sama sistem operasi kedua sistem operasi tersebut memiliki kegunaan dan kemampuan yang berbeda.
Sistem operasi jaringan atau biasa disebut dengan Network Operating System (NOS) merupakan sebuah sistem operasi yang didesain untuk dapat melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan pada perusahaan besar. Sistem operasi ini akan selalu berhubungan dengan jaringan komputer maupun internet.
Baca Juga: Pengertian Sistem Operasi
Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
Ada sedikit perbedaan antara sistem operasi untuk desktop dan sistem operasi untuk jaringan, sistem operasi jaringan memiliki kakrakteristik sebagai berikut:
Baca Juga: Pengertian Multiuser dan Multitasking pada Fungsi Sistem Operasi Komputer
Saat ini banyak sekali sistem operasi jaringan yang beredar dimasyarakat. Berikut ini adalah sistem operasi jaringan yang banyak digunakan:
Sistem operasi merupakan sebuah perangkat lunak atau program yang mengendalikan sebuah fungsi yang ada pada komputer baik itu perangkat lunak aplikasi, pengelolaan terhadap file dan berkas, pengendalian terhadap perangkat keras dan peripheral komputer.
Pada dasarnya sistem operasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu sistem operasi Desktop (Baca Juga: Macam-macam Sistem Operasi Desktop) dan sistem operasi jaringan. Meskipun sama-sama sistem operasi kedua sistem operasi tersebut memiliki kegunaan dan kemampuan yang berbeda.
Sistem operasi jaringan atau biasa disebut dengan Network Operating System (NOS) merupakan sebuah sistem operasi yang didesain untuk dapat melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan pada perusahaan besar. Sistem operasi ini akan selalu berhubungan dengan jaringan komputer maupun internet.
Baca Juga: Pengertian Sistem Operasi
Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
Ada sedikit perbedaan antara sistem operasi untuk desktop dan sistem operasi untuk jaringan, sistem operasi jaringan memiliki kakrakteristik sebagai berikut:
- Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user (Multiuser) sehingga bisa digunakan oleh banyak user sekaligus dalam satu waktu.
- Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user. Biasanya aplikasi akan diinstall pada sistem operasi jaringan kemudian sistem operasi desktop akan mengaksesnya untuk menjalankan aplikasi.
- Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program. Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
- Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop. Kita tahu bahwa sistem operasi jaringan akan selalu terhubung dengan jaringan yang ada ataupun koneksi internet sehingga banyak ancaman yang muncul.
Baca Juga: Pengertian Multiuser dan Multitasking pada Fungsi Sistem Operasi Komputer
Saat ini banyak sekali sistem operasi jaringan yang beredar dimasyarakat. Berikut ini adalah sistem operasi jaringan yang banyak digunakan:
- UNIX/Linux, ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware. Linux mempunyai sistem keamanan paling bagus dibandingkan dengan windows. selain itu linux juga bersifat open source dan gratis. (Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Linux)
- Novell Netware, di tahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal. (Baca Juga: Novell - Server Operating System)
- Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2012. (Baca Juga: Kelebihan dan Kelemahan Windows)
Kamis, 06 Oktober 2016
Pengertian Multi Processing dan Multi Threading pada komputer
Pengertian Multi Processing pada komputer
Multi Processing adalah sebuah sistem yang memungkinkan sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU atau Central Processing Unit. Multiprocessing ini sudah didukung oleh hampir semua sistem operasi yang ada saat ini, karena selain perkembangan dari sistem operasi itu sendiri juga karena berkembangnya perangkat keras komputer khususnya adalah processor.
Baca Juga: Pengertian Multi User dan Multi Tasking pada komputer
Komputer dapat memproses data menggunakan lebih dari CPU sehingga waktu proses data semakin cepat.
Pengertian MultiThreading pada komputer
Multithreading adalah sebuah sistem yang memungkinkan setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread yang kemudian dapat dijalankan secara terpisah oleh sistem operasi komputer. Kemampuan seperti ini juga termasuk dalam multitasking pada aplikasi. Selain itu multithreading juga memungkinkan pengeksekusian beberapa thread dilakukan dala satu proses saling berbagi sumber daya tetapi dijalankan secara independen.
Model MultiThreading
Sebelum kita mempelajari model-model dari thread alangkah baiknya kita mengenal dulu terminologi dibawah ini:
1. Thread pengguna adalah sebuah Thread yang pengaturannya dilakukan oleh pustaka thread pada tingkatan pengguna. Karena pustaka yang menyediakan fasilitas untuk pembuatan dan penjadwalan thread, thread pengguna cepat dibuat dan dikendalikan.
2. Thread Kernel adalah sebuah thread yang didukung langsung oleh kernel. Pembuatan, penjadwalan dan manajemen thread dilakukan oleh kernel pada kernel space. Karena dilakukan oleh sistem operasi, proses pembuatannya akan lebih lambat jika dibandingkan dengan thread pengguna.
Model-model Multi Threading pada komputer
1. Model Many-to-One dimana Model ini memetakan beberapa thread tingkatan pengguna ke sebuah thread. tingkatan kernel. Pengaturan thread dilakukan dalam ruang pengguna sehingga efisien. Hanya satu thread pengguna yang dapat mengakses thread kernel pada satu saat. Jadi Multiple thread tidak dapat berjalan secara paralel pada multiprosesor. Contoh: Solaris Green Threads dan GNU Portable Threads.
2. Model One-to-One dimana model ini memetakan setiap thread tingkatan pengguna ke setiap thread. Ia menyediakan lebih banyak concurrency dibandingkan model Many-to-One. Keuntungannya sama dengan keuntungan thread kernel. Kelemahan model ini ialah setiap pembuatan thread pengguna memerlukan tambahan thread kernel. Karena itu, jika mengimplementasikan sistem ini maka akan menurunkan kinerja dari sebuah aplikasi sehingga biasanya jumlah thread dibatasi dalam sistem. Contoh: Windows NT/XP/2000 , Linux, Solaris 9.
3. Model Many-to-Many dimana model ini memultipleks banyak thread tingkatan pengguna ke thread kernel yang jumlahnya sedikit atau sama dengan tingkatan pengguna. Model ini mengizinkan developer membuat thread sebanyak yang ia mau tetapi concurrency tidak dapat diperoleh karena hanya satu thread yang dapat dijadwalkan oleh kernel pada suatu waktu. Keuntungan dari sistem ini ialah kernel thread yang bersangkutan dapat berjalan secara paralel pada multiprosessor.
Multi Processing adalah sebuah sistem yang memungkinkan sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU atau Central Processing Unit. Multiprocessing ini sudah didukung oleh hampir semua sistem operasi yang ada saat ini, karena selain perkembangan dari sistem operasi itu sendiri juga karena berkembangnya perangkat keras komputer khususnya adalah processor.
Baca Juga: Pengertian Multi User dan Multi Tasking pada komputer
Komputer dapat memproses data menggunakan lebih dari CPU sehingga waktu proses data semakin cepat.
Pengertian MultiThreading pada komputer
Multithreading adalah sebuah sistem yang memungkinkan setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread yang kemudian dapat dijalankan secara terpisah oleh sistem operasi komputer. Kemampuan seperti ini juga termasuk dalam multitasking pada aplikasi. Selain itu multithreading juga memungkinkan pengeksekusian beberapa thread dilakukan dala satu proses saling berbagi sumber daya tetapi dijalankan secara independen.
Model MultiThreading
Sebelum kita mempelajari model-model dari thread alangkah baiknya kita mengenal dulu terminologi dibawah ini:
1. Thread pengguna adalah sebuah Thread yang pengaturannya dilakukan oleh pustaka thread pada tingkatan pengguna. Karena pustaka yang menyediakan fasilitas untuk pembuatan dan penjadwalan thread, thread pengguna cepat dibuat dan dikendalikan.
2. Thread Kernel adalah sebuah thread yang didukung langsung oleh kernel. Pembuatan, penjadwalan dan manajemen thread dilakukan oleh kernel pada kernel space. Karena dilakukan oleh sistem operasi, proses pembuatannya akan lebih lambat jika dibandingkan dengan thread pengguna.
Model-model Multi Threading pada komputer
1. Model Many-to-One dimana Model ini memetakan beberapa thread tingkatan pengguna ke sebuah thread. tingkatan kernel. Pengaturan thread dilakukan dalam ruang pengguna sehingga efisien. Hanya satu thread pengguna yang dapat mengakses thread kernel pada satu saat. Jadi Multiple thread tidak dapat berjalan secara paralel pada multiprosesor. Contoh: Solaris Green Threads dan GNU Portable Threads.
2. Model One-to-One dimana model ini memetakan setiap thread tingkatan pengguna ke setiap thread. Ia menyediakan lebih banyak concurrency dibandingkan model Many-to-One. Keuntungannya sama dengan keuntungan thread kernel. Kelemahan model ini ialah setiap pembuatan thread pengguna memerlukan tambahan thread kernel. Karena itu, jika mengimplementasikan sistem ini maka akan menurunkan kinerja dari sebuah aplikasi sehingga biasanya jumlah thread dibatasi dalam sistem. Contoh: Windows NT/XP/2000 , Linux, Solaris 9.
3. Model Many-to-Many dimana model ini memultipleks banyak thread tingkatan pengguna ke thread kernel yang jumlahnya sedikit atau sama dengan tingkatan pengguna. Model ini mengizinkan developer membuat thread sebanyak yang ia mau tetapi concurrency tidak dapat diperoleh karena hanya satu thread yang dapat dijadwalkan oleh kernel pada suatu waktu. Keuntungan dari sistem ini ialah kernel thread yang bersangkutan dapat berjalan secara paralel pada multiprosessor.
Rabu, 05 Oktober 2016
Pengertian Multi User dan Multi Tasking pada Komputer
Pengertian Multi User Pada Komputer
Multi User adalah Sebuah sistem dimana dua atau lebih user dapat bekerja sama menggunakan perangkat yang sama (komputer atau peripheral) untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya yang ada pada komputer seperti printer, harddisk dan perangkat lain pada waktu yang bersamaan. Biasanya agar multi tasking dapat berjalan secara optimal maka perlu juga dibangun jaringan komputer untuk mendukung dari multi tasking ini.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Aplikasi pada Fungsi Sistem Operasi
Contoh penerapan multiuser pada komputer:
Pengertian Multi Tasking pada Komputer
Multi Tasking adalah Sebuah sistem pada sistem operasi yang memungkinkan untuk dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user. Sistem ini hampir semua bisa berjalan pada semua jenis sistem operasi saat ini seperti Linux dan Windows. Dengan adanya sistem multi tasking ini user dapat melakukan 2 pekerjaan dalam satu waktu sehingga lebih cepat dan lebih efisien dalam pengelolaan waktu.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Perangkat Keras pada Fungsi Sistem Operasi
Contoh penerapan multi tasking pada komputer:
Multi User adalah Sebuah sistem dimana dua atau lebih user dapat bekerja sama menggunakan perangkat yang sama (komputer atau peripheral) untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya yang ada pada komputer seperti printer, harddisk dan perangkat lain pada waktu yang bersamaan. Biasanya agar multi tasking dapat berjalan secara optimal maka perlu juga dibangun jaringan komputer untuk mendukung dari multi tasking ini.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Aplikasi pada Fungsi Sistem Operasi
Contoh penerapan multiuser pada komputer:
- Dari beberapa user user yang ada pada jaringan komputer akan melakukan pekerjaan printing secara bersama-sama menggunakan printer yang sama.
- Penggunaan aplikasi untuk ujian online yang dijalankan oleh satu komputer dan diakses oleh banyak komputer user.
Pengertian Multi Tasking pada Komputer
Multi Tasking adalah Sebuah sistem pada sistem operasi yang memungkinkan untuk dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user. Sistem ini hampir semua bisa berjalan pada semua jenis sistem operasi saat ini seperti Linux dan Windows. Dengan adanya sistem multi tasking ini user dapat melakukan 2 pekerjaan dalam satu waktu sehingga lebih cepat dan lebih efisien dalam pengelolaan waktu.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Perangkat Keras pada Fungsi Sistem Operasi
Contoh penerapan multi tasking pada komputer:
- Melakukan pekerjaan mengetik sambil melakukan printing terhadap berkas.
- Melakukan pekerjaan perhitungan di microsoft excel sambil mendengarkan musik.
Langganan:
Komentar (Atom)






